Merawat Kuda Bunting, Menyiapkan Kelahiran dan Perawatan Anak Kuda

Posted: Oktober 6, 2011 in About Horse
Tag:, , , , , ,

PERAWATAN KUDA BUNTING
Bagi banyak penggemar kuda, tidak banyak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman bagaimana merawat kuda bunting, menangani kelahiran kuda maupun merawat bayi kuda. Sehingga saat dihadapkan pada persoalan sekitar perawatan kuda bunting, kelahiran, dan anak kuda, maka banyak hal yang tidak dimengerti sehingga mengakibatkan hal-hal yang tidak diharapkan misalnya: keguguran, anak kuda sakit bahkan mati, dll.

Tulisan berikut berdasarkan pengalaman praktis didukung oleh informasi-informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan juga dari cara-cara tradisional dalam melakukan perawatan kuda bunting.

MENDETEKSI KUDA BUNTING ATAU TIDAK.
Bagi pemula kadang tidak tahu sama sekali kalau si kuda dalam kondisi sedang bunting muda. Bahkan karena ketidak tahuannya tersebut sering kita lihat kuda bunting dilarikan dalam pacuan. Untuk itu cara-cara sederhana untuk mendeteksi kuda bunting harus dipahami oleh setiap pemilik kuda maupun pelatih dan perawat kuda. Cara sederhana yaitu dengan mendeteksi apakah kuda betina itu mengalami “beger” pada siklus waktu yang sudah diprediksi sebelumnya (Lihat posting FSI tentang “Mendeteksi Masa “Subur” Atau “Beger” Kuda Betina”.) Pengamatan kuda betina bunting juga dilakukan lewat pengamatan fisik si kuda betina tersebut. Seekor kuda betina yang bunting muda (sebelum 5 bulan) akan sulit dibedakan apakah kuda itu memang sedang bunting atau “gemuk”. Kuda betina bunting muda sebenarnya bisa dilihat dari perubahan bentuk tubuh dibagian perut, juga warna bulunya yang cenderung lebih “mengkilat”. Juga napsu makan yang lebih besar ketimbang saat sebelum bunting. Dia juga sangat tidak senang didekati oleh kuda jantan. Biasanya akan “menjerit” dan “menggigit” kuda jantan yang mendekati.
Perbedaan kuda bunting dan gemuk terdapat pada sisi bawah perut. Kuda bunting bagian bawah perutnya akan membesar. Sedangkan kuda gemuk cenderung pembesaran perut kearah samping. Juga kadang terjadi pembesaran pada punting susu bila kuda sedang hamil, sedangkan pada kuda gemuk tidak terjadi. Kalau anda ragu lebih baik minta bantuan seorang dokter ahli kuda yang anda kenal untuk memastikannya.

Bila kuda anda memang betul-betul bunting, maka perawatan kuda bunting yang baik akan mengurangi resiko kelahiran si anak nanti. Perawatan itu meliputi: rangsum makanan, vitamin, latihan dan kebersihan kandang.

Rangsum Makanan
Semula saya berpikir begitu kuda hamil maka otomatis kuda akan makan dengan jumlah yang lebih dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu kita berikan makanan ektra. Ternyata dengan memberikan jumlah makanan ektra justru akan menaikkan resiko kuda mengalami kegemukan dan keguguran. Pemberian makanan lebih baik “pas” tidak “lebih” tidak “kurang.” (baca link “Kesehatan Kuda”.) Memperbesar anak kuda lebih baik setelah anak kuda lahir bukan saat berada di dalam kandungan. Kandungan yang berukuran besar juga beresiko bagi induk, apalagi induk muda yang belum pernah melahirkan anak.

Pemberian kalsium secara rutine dengan takaran yang benar juga sangat penting untuk membantu pertumbuhan anak dan memberikan ketahan tubuh yang lebih baik buat induk. Makanan pokok kuda seperti rumput yang alami ditambah biji-bijian seperti jagung dan kacang hijau akan lebih baik. Pemberian vitamin sesuai dengan rekomendasi dokter hewan anda akan juga bisa dilakukan.

PERAWATAN
Kuda bunting perlu gerak dan jalan yang cukup untuk memelihara otot dan stamina tubuhnya. Oleh karena itu perlu dibebaskan bergerak di “lahan pelepasan” yang cukup. Bila pad dock pelepasan tidak ada, maka kuda dibawa berjalan-jalan atau “stap” dengan jarak yang cukup setiap pagi dan sore. Perawatan kebersihan kuda juga perlu dilakukan, terutama sekitar puting susu. Bagi kuda yang belum berpengalaman melahirkan ada kalanya perlu dilakukan pelatihan menyusui dengan menyentuh-nyentuhkan jari kita ke puting susu si kuda agar kelak saat anak kuda sudah lahir kuda tidak merasakan aneh bila puting susunya tersentuh.

MENGHITUNG HARI KELAHIRAN
Memprediksi hari kelahiran adalah pekerjaan yang sulit namun sebagai peternak kuda kita harus mampu melakukannya untuk memprediksi kapan si anak kuda akan lahir. Sehingga kita bisa mempersiapkan waktu untuk berlibur khusus menunggu kelahiran si anak kuda. Manusia melahirkan anak bukan lagi menjadi persoalan dewasa ini, banyak rumah sakit dan dokter maupun perawat yang mampu menangani persalinan. Bila kuda melahirkan, siapa yang mau menolongnya? Tidak banyak orang memahami hal ini dan biasanya justru ketakutan melihat kuda meronta berguling menendang untuk mengeluarkan anak bayinya.

Masa kebuntingan kuda biasanya 11 bulan sejak hari perkawinannya. Untuk memprediksi waktu kelahiran anaknya kita bisa mempergunakan hitungan 11 bulan -5 hari sampai dengan +5 hari. Jadi anda harus menunggunya selama 10 hari berturutan tanpa absen.

Kuda melahirkan anak pada malam hari setelah matahari terbenam, Sangat jarang kuda lahir siang hari alasanya mengapa belum bisa diterangkan. Biasanya membutuhkan situasi tenang dan sunyi tidak banyak gangguan. Oleh karena itu kita harus menunggunya namun tidak mengganggu konsentrasinya.

Pada bulan ke 10 masa kebuntingannya, anak kuda makin besar dan berat menyebabkan ambing (perut atas bagian belakang) induknya turun atau “terlepas”. Juga bagian pantat kuda dekat ekor akan terlihat menurun. Kalau anda amati terus, ada gerakan sianak kuda yang mendorong dan hilang dibagian belakang dekat ekor induknya. Itu pertanda baik karena anak kuda anda dalam kondisi hidup. Juga amati gerakan-gerakan kaki anak di bagian perut induknya.

Amati pembesaran kantong susu induknya. Pada usia kebuntingan 11 bulan, susu induk harus sudah keluar meskipun belum banyak. Apabila anda tekan dengan tangan, maka air susu akan keluar. Bila air susu sudah keluar dengan sendirinya secara deras, maka waktu kelahiran anak kuda tinggal beberapa jam lagi. Mungkin sore hari atau tengah malam si anak kuda akan keluar.

MEMPERSIAPKAN KELAHIRAN ANAK
Hal hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kelahiran anak kuda adalah sbb:

1. Persiapkan indukan dengan baik, lepaskan sepatu kuda indukan agar kelak saat melahirkan anak, sepatu kuda tidak mengenai bayinya.
2. Induk selalu dimandikan tiap pagi dan bersihkan punting susu tipa pagi dan sore.
3. Stap kuda induk pagi dan sore +/- 1 km dengan hati-hati untuk menjaga stamina induk.
4. Persiapkan kandang kuda, ganti alas kandang dari serbuk kayu dengan rumput kering. Biasanya orang mempergunakan jerami kering yang tebal.
5. Perhatikan kandang kuda anda dengan seksama, untuk anak kuda sebaiknya pintu kandang dibuat yang rapat tidak ada celah yang memungkinkan kaki anak kuda terjepit. Jadi pintu dibuat tertutup rapat sekali atau justru longgar sekali. Anak kuda yang baru lahir cenderung tidur seenaknya kadang kaki-kakinya masuk ke celah pintu yang terbuka.
6. Persiapkan obat-obatan untuk persalinan: Antibiotik suntik (tanyakan ke dokter hewan anda jenis obat antibiotik yang cocok untuk kuda anda), alkohol, Betadin, kapas, jarum suntik ukuran 10 ml yang steril, sarung tangan karet, handuk besar, gunting stainless yang bersih dll.)
7. Persiapkan vitamin seperti Biosolamin untuk suntik atau B Complex dll.
8. Persiapkan pula SUSU FORMULA bayi umur 0-6 bulan (SUSU SGM) periksa tanggal kedalu warsanya. Susu ini diperlukan bila ternyata nanti si induk tidak bersedia menyusuinya atau masih harus belajar menyusui anaknya bagi kuda yang belum berpengalaman punya anak.
9. Botol susu beserta karetnya “dot” (layaknya botol susu bayi manusia).
10. Kompor minyak selalu sedia didekat kandang kuda anda untuk memasak air bila harus selalu membantu dengan air susu formula.
11. Obat sakit perut (diarhe) seperti “Entero Stop” bila anak kuda terserang penyakit perut (mencret) setelah usia 2 hari. Juga Penambah cairan tubuh seperti ORALIT untuk mempertahankan anak kuda bila terkena diarhe.
12. Persiapkan team perawat kuda anda 2 s/d 3 orang karena anda akan dijamin “teler” selama menunggu kelahian serta merawat anak kuda anda sampai umur 7 hari.

PERSALINAN KUDA,
Kuda beranak pada sore hari atau tengah malam, jarang sekali anak kuda lahir siang hari. Oleh karena itu setelah matahari terbenam, amati dari jauh gerak-gerik induk. Induk akan gelisah, makan tak enak tidur tak nyenyak. Bingung kelihatannya mau buang kotoran, kencing atau mau lahirkan anak. Kadang berjalan-berputar putar sekitar kandang, tidur merebahkan tubuh dan sebentar bangun. Sediakan rumput dan minum selalu didekatnya. Jangan ganggu konsentrasinya meskipun anda mengamatinya dari kejauhan. Proses kelahiran sangat cepat sekitar 5 s/d 10 menit. Bila induk sudah terlihat mengeluarkan air ketuban, maka anak kuda akan segera menyusul, induk akan merebahkan diri dan mengeluarkan tenaga luar biasa disertai tendangan kaki atau bergulir serta napasnya akan terdengar keras bersuara. Pakailah sarung tangan plastik yang sudah anda persiapkan sebelumnya. Tempatkan diri anda dengan aman dibelakang kuda induk untuk membantu mengeluarkan anak kuda. Anak kuda akan lahir dengan 2 kaki depan terlebih dahulu diikuti bagian kepala. Bila tubuh bayi kuda sudah separoh keluar, tangkaplah tubuhnya dan bantulah dengan menarik secara perlahan-lahan dan hati-hati supaya anak tidak terhimpit antara induk dan dinding kandang. Bila anak kuda lahir masih terbungkus kulit “ari-ari” cobalah bantu untuk merobeknya dengan tangan anda. Tarik anak kuda dan jauhkan dari induk dan bersihkan dengan handuk yang sudah anda persiapkan sebelumnya.

Jangan takut akan induknya, meskipun induknya termasuk kuda yang “galak”, saat melahirkan anak si induk tak akan berdaya dan akan tertidur sekitar 20 s/d 30 menit untuk memulihkan tenaganya. Disaat itulah anda bisa memberikan perawatan bagi anaknya. Keringkan tubuh bayi, merawat tali pusarnya dengan memotong dengan gunting yang bersih dan steril serta oleskan Betadin pada bekas lukanya. Taruhlah si bayi kuda agak jauh dari induknya sehingga saat bangun nanti induk tak menggilasnya. Keluarlah anda dari kandang dan tunggu induk akan berdiri lagi.

Induk akan berdiri dengan kulit “ari-ari” masih bergelantungan, tunggu sampai ari-ari jatuh dengan sendirinya (biasanya sekitar 30 menit s/d 1 jam) dan segeralah ambil untuk dirawat dan dikubur ditanah segera mungkin.

Induk akan dengan sendirinya menghampiri anaknya yang baru lahir dan membersihkan tubuhnya. Si anakpun dengan cepat akan bisa bereaksi dan dalam waktu 1 jam akan berusaha berdiri. Anak yang sehat akan “meringkik” dan “mengibaskan” kepalanya serta “ekornya”. Dia akan bangun dan mencari susu induknya. Amatilah apakah induknya merespond dan bersedia menyusuinya.

Induk yang baru melahirkan anak pertamanya membutuhkan waktu untuk memahami kalau dia harus memberikan susunya kepada anaknya. Namun kalau 4 jam setelah melahirkannya belum juga ada tanda-tanda mau menyusui anaknya, maka tugas andalah membantu dengan susu formula yang sudah anda siapkan. Buatlah minuman susu bayi dengan air mendidih serta dinginkan sebelum disusukan kepada anak kuda. Botol susu serta karetnya harus steril. Untuk itulah anda membutuhkan air panas untuk mensterilkan botol dan “dot” maupun peralatan suntik.

Untuk memberikan tenaga si bayi kuda, maka kita perlu memberikan susu pengganti setiap 1 jam setelah kuda bangun tidur. Disini anak kuda akan terus mengejar induknya dan berjuang merayu agar mau menyusuinya. Anda dituntut jeli untuk membuat induk mau menyusuinya. Si bayi kuda akan menyusu setiap 1 jam. Kemudian tidur dan bangun lagi setelah 1 jam untuk menyusu. Terus seperti itu selama 24 jam. Lakukan usaha untuk mendekatkan anak kuda ke susu induknya. Induk akan menghindar dan bila terus menerus seperti itu saatnya anda berbuat lain agar kuda bisa menyusu.

PENGOBATAN INDUK
Setelah bayi kuda lahir, untuk pengobatan luka indukan, maka suntikkan Antibiotik pada induk kuda.

Untuk suntikan antibiotik atau pinisilin terhadap indukan, sebaiknya atas petunjuk dokter hewan karena tidak semua kuda dan anak kuda bisa menerima pinisilin. Ada anak kuda yang alergi terhadap pinisilin yang mengalir lewat susu induknya.

Sedangkan untuk vitamin B complek atau Biosolamine 10 ml untuk satu kali suntik. Dan dapat diulang hari berikutnya. Induk akan segera pulih kembali tenaganya seperti semula.

Catatan:
Bila anda belum berpengalaman melakukan penyuntikan, mintalah bantuan dokter hewan di daerah anda atau perawat kuda mahir yang anda kenal. Jagalah selalu peralatan suntik anda selalu steril, bila tidak steril akan berakibat kuda anda terkena infeksi dan pembengkakan disekitar luka jarum suntik tersebut (abses).

Untuk ransum kuda, berikan makanan alami “komboran rumput dengan bekatul padi” selama 7 hari dan hindari/kurangi bren maupun jagung.

Anak kuda yang baru lahir akan terus tinggal didalam kandang selama 14 hari, sampai kuda betul-betul kuat untuk berada di luar kandang (pad dock). Bila umur sudah 14 hari, keluarkan induk dan anak untuk bebas di pad dock selama 3 jam dari jam 06.0 s/d 09.00 pagi. Masukkan induk dan anaknya kembali kekandang setelah itu.

BILA INDUK TAK MAU MENYUSUI
Dibawah ini cara yang tidak direkomendasi namun praktis dilakukan bila indukan tidak mau menyusui. Saya mencoba setelah 12 jam induk melahirkan anak dan induk tidak mau menyusui dan anak sudah kelelahan mengejar induknya. Sebenarnya beresiko namun harus dilakukan untuk menyelamatkan jiwa sang anak. Bagimanapun juga anak kuda harus menyusu induknya untuk mempertahankan hidupnya.

Amatilah penyebab induk tak mau menyusui. Biasanya karena merasa “geli” bila susunya disentuh anaknya.

Kalau ini yang terjadi maka lakukan
1. Pasang kendali dan “splang” kuda induk didalam kandang.
2. Jauhkan anak kuda sehingga tidak terkena tendangan induk saat meronta.
3. Pakailah sarung tangan karet, paksakan dengan jari anda dengan menyentuh bagian perut yang dia merasa “geli” saat tersentuh anak kuda. Bagian depan susu.
4. Bila bagian yang “peka” sudah anda temukan, “gelitik” lah terus menerus. Induk kuda akan melompat-lompat dan meronta. Lakukan sampai kuda kelelahan dan tidak melompat lagi.
5. Bersihkan punting susu dengan air hangat, dan kemudian perahlah susunya perlahan-lahan. Tampunglah air susu pada tempat yang bersih dan agak lebar untuk nanti diberikan kepada anaknya.
7. Lepaskan indukan seperti semula.
8. Amatilah apakah induk kuda sudah mau menyusui anaknya?
9. Susu perahan yang dihasilkan biasanya sedikit kotor, saringlah dengan kain lembut atau alat saringan yang masih baik dan bersih serta steril. Kemudian berikanlah susu pertama ini kepada anaknya dengan mempergunakan “dot” yang sudah ada.
10. Setelah 1 jam berikutnya anak kuda akan bangun dan mencari susu induknya lagi. Amatilah apakah indukan sudah mau menyusui? Kalau belum lakukan lagi teknik “gelitik” diatas sekali lagi. Kemudian dilanjutkan dengan mendekatkan anak kuda kepada punting susu dan biarkan dia menyusu dengan bantuan kita. Induk kuda tetap dalam posisi terikat. Bila induk kuda sudah tidak meronta saat anak menyusu, maka kuda dilepas lagi.

Demikianlah latihan bagi induk baru untuk menyusui anaknya, biasanya dia akan menikmatinya setelah paham bahwa dia harus menyusui anaknya. Dan rasa gelipun telah hilang.

Komentar
  1. persamaankuadrat mengatakan:

    wah menarik materinya récupération matériel électronique .. kebetulan aku lagi pengin memelihara kuda … ha ha

  2. yulinaldi mengatakan:

    haha,, bgus tuh ada yng mw btrnak kuda jga,, ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s